Page 78 - E-Gepang
P. 78

Pada pelaksanaannya, peserta dapat dibagi dalam kelompok-kelompok

                    ±  6-7  orang/kelompok.    Masing-masing  kelompok  didampingi  oleh  1

                    orang mentor dan 1 orang asisten mentor.



                    Secara  garis  besar  metode  yang  dipakai  dalam  kegiatan  edukasi

                    konservasi dapat dibagi dalam beberapa tahapan kegiatan.




                    Tahap I

                    Tahap  ini  merupakan  tahap  orientasi,  penggembiraan,  pemberian

                    semangat,  peserta  diajak  untuk  mengetahui  persepsi  awal  mengenai

                    keanekaragaman  hayati  dan  ekosistemnya  serta  upaya  konservasi,

                    pengenalan  Balai  Besar  TNGGP  dan  masalah-masalahnya.    Untuk

                    menimbulkan  semangat  dan  keakraban  dilakukan  dengan  berbagai

                    metode ice breaking.



                    Tahap II

                    Tahap ini merupakan tahap untuk mencari pengalaman. Semua peserta

                    diajak (dimotivasi) untuk melatih indera pendengaran untuk mengamati

                    suara  satwa,  angin,  dan  lain-lain  di  hutan;  melatih  indera  penciuman


                    untuk mengamati sebanyak apa bau-bauan yang ada di hutan; melatih

                    indera  peraba  untuk  merasakan  berbagai  bentuk  alam;  indera

                    pendengaran untuk memberikan  bukti bahwa di  hutan itu tidak  sepi,

                    namun  ramai  dengan  suara-suara    merdu;  indera  penglihatan  untuk

                    mengetahui betapa kayanya hutan alam kita dan lain-lain.



                    Tahap III

                    Pada  tahap  ini  masing-masing  kelompok  peserta  menceritakan

                    pengalamannya selama mengikuti kegiatan dilanjutkan dengan diskusi
   73   74   75   76   77   78   79   80   81   82   83