Page 68 - E-Gepang
P. 68
Tumbuhan ini hidup pada ketinggian antara 1.600 s.d 3.600 meter dari
permukaan laut dengan cahaya matahari penuh. Edelweiss merupakan
tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan dan
mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang
tandus, karena mampu membentuk mikoriza dengan jamur tanah
tertentu yang secara efektif memperluas kawasan yang dijangkau oleh
akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara. Van
Steenis (1978) mengatakan bawah edelweiss sering berkelompok pada
tanah yang tidak subur dan juga tumbuh di lereng-lereng bukit atau di
daerah yang topografinya datar. Spesies ini dapat tumbuh pada daerah
perbatasan antara hutan dan daerah terbuka, karena kebutuhan yang
paling penting dari tumbuhan ini adalah cahaya.
Bunga-bunganya sangat disukai oleh serangga, lebih dari 300 jenis
serangga seperti kutu, tirip, kupu-kupu, lalat, tabuhan dan lebah terlihat
mengunjunginya. Tumbuhan ini dapat dijumpai dalam bentuk semak
yang bercabang banyak dan tingginya dapat mencapai 4 meter, diameter
batangnya bisa mencapai sebesar pergelangan tangan (van Steenis,
1978).
Anaphalis javanica termasuk dalam marga Composite, mempunyai bunga
yang berkembang di atas dasar bunga yang rata dan berwarna keemasan.
Kepala-kepala sari membentuk tabung yang mengumpul menjadi satu
dalam satu wadah, merupakan tumbuhan yang berbunga sepanjang
tahun dan mencapai puncaknya pada bulan Juni-Juli (van Leeuwen,
1933). Bunga Edelweiss merupakan bunga gunung terbaik yang dimiliki
oleh keluarga bunga matahari (Asteraceae). Sampai sekarang bunganya

