Page 69 - E-Gepang
P. 69

dicari banyak  orang, dalam keadaan kering bunganya tahan lama dan

                    menimbulkan bau yang khas.



                    Batang Edelweiss ditutupi oleh kulit batang yang kasar dan bercelah yang

                    dapat menyimpan air. Selanjutnya van Steenis (1978) mengatakan bahwa

                    ranting-ranting edelweiss mendukung daun-daun yang berwarna keabu-


                    abuan. Dalam keadaan segar warna daun Edelweiss hijau abu-abu muda,

                    sebagai akibat adanya bulu-bulu seperti wol yang menutupi daun, dan

                    dalam  keadaan  kering  warnanya  menjadi  gelap  karena  mesofil  yang

                    terdegradasi  warnanya.  Bentuk  daun  linier  (panjangnya  sama  dengan

                    sepuluh kali lebarny), lancip, mempunyai bulu-bulu putih seperti wol,

                    panjang daun 4-6 cm dan lebarnya 0,5 cm.



                    Tumbuhan Edelweiss merupakan spesies tanaman berbunga endemik.

                    Di Indonesia banyak ditemukan di daerah pegunungan di Jawa, Sumatera

                    Selatan,  Sulawesi  Selatan  dan  Lombok.  Tumbuhan  ini  tidak  beracun,

                    bahkan  sering  dipakai  dalam  pengobatan  tradional  untuk  mengobati

                    perut dan pernafasan. Infus Edelweiss secara tradisional telah digunakan

                    untuk  menyembuhkan  berbagai  penyakit  termasuk  difteri  dan


                    tuberculosis. Ekstrak dan bagian tanaman kering telah digunakan dalam

                    sabun  dan  anti-penuaan  krim  kulit.  Bagian  tanaman  mungkin  telah

                    digunakan  historis  untuk  menangkal  kejahatan  dan  mendorong  cinta.

                    Edelweiss juga telah digunakan untuk bir rasa dan anggur.
   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74