Page 71 - E-Gepang
P. 71
untuk perkembanganya cukup sulit karena anakan edelweis tidak dapat
bersaing dengan tanaman cantigi.
Populasi Edelweis di Alun-Alun Suryakancana
Alun-alun Suryakencana seluas 47,99 ha merupakan salah satu habitat
terbaik untuk tumbuhan edelweiss ini dibuktikan dengan sebagian besar
areal di Alun-alun Suryakencana ditumbuhi edelweiss. Dengan
ketinggian tempat diatas 2.800 mdpl, jenis tanah yang tidak terlalu subur,
iklim ekstrim (kondisi iklim yang tidak menentu), merupakan daerah
pegunungan yang terbuka, dimana edelweiss sangat membutuhkan
cahaya matahari penuh.
Berdasarkan literatur bahwa tumbuhan ini hidup pada ketinggian antara
1.600 s.d 3.600 meter dari permukaan laut dengan cahaya matahari
penuh. Edelweiss merupakan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik
muda di hutan pegunungan dan mampu mempertahankan kelangsungan
hidupnya di atas tanah yang tandus, karena mampu membentuk
mikoriza dengan jamur tanah tertentu yang secara efektif memperluas
kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi
dalam mencari zat hara. Van Steenis (1978) mengatakan bawah
edelweiss sering berkelompok pada tanah yang tidak subur dan juga
tumbuh di lereng-lereng bukit atau di daerah yang topografinya datar.
Spesies ini dapat tumbuh pada daerah perbatasan antara hutan dan
daerah terbuka, karena kebutuhan yang paling penting dari tumbuhan
ini adalah Cahaya.
Untuk mengetahui kondisi eksisting habitat edelweiss di Alun-alun
Suryakencana, dilakukan dengan cara melakukan pengamatan langsung

