Page 37 - E-Gepang
P. 37
4. Geologi dan Tanah
Gunung Gede dan Gunung Pangrango merupakan bagian rangkaian
gunung berapi yang membujur dari Sumatera, Jawa, dan Nusa
Tenggara, dan terbentuk sebagai akibat pergerakan lapisan kulit
bumi secara terus menerus selama periode kegiatan ekologi yang
tidak stabil. Kedua gunung ini terbentuk selama periode kuarter,
sekitar tiga juta tahun lalu, dan dalam skala waktu geologi keduanya
termasuk ke dalam golongan muda.
Gunung Gede termasuk gunung api yang aktif, sedangkan Gunung
Pangrango telah dinyatakan mati. Menurut catatan vulkanologi,
letusan Gunung Gede pertama kai terjadi pada tahun 1747, kemudian
berturut-turut terjadi letusan pada tahun 1840, 1852, 1886, 1947,
dan 1957. Letusan-letusannya, mengakibatkan batuan di kawasan ini
termasuk batuan vulkanik, yaitu batuan vulkanik kuarter Gunung
Pangrango dan batuan vulkanik tersier Gunung Gede.Batuan
vulkanik Gunung Pangrango yaitu formasi ovpo (endapan tua, lahar,
lava, basal andesit dengan oligoklas-andesin, labradoit, olivine,
piroksen, dan horenblenda) yang menyebar pada bagian utara, barat
laut, dan barat daya serta formasi ovpy (endapan muda, lahar, dan
bersusun endesit) pada bagian barat.
Batuan vulkanik Gunung Gede sebagian besar terdiri atau formasi
ovg (bereaksi tufaan dan lahar), andesit dengan oligoklas-andesin,
tekstur seperti trakhit), formasi ovgy (aliran lava termuda) dari
puncak Gunung Gede ke arah utara sepanjang ± 2,75 Km dan formasi
ovgl (aliran lava bersusunan andesit basal). Patahan dan sesar (fault)
tidak dijumpai dalam kawasan TNGGP, tetapi daerah yang rawan

