Page 39 - E-Gepang
P. 39
ekosistem. Dari sekitar 1.500 jenis flora, 900 jenis diantaranya
termasuk tumbuhan berbunga (spermatophyta), sekitar 400 jenis
tumbuhan paku (pteridhophytae), sekitar 300 jenis lumut
(bryophytae), berbagai jenis algae dan tumbuhan tingkat rendah
lainnya (thalophytae). Sepuluh jenis diantaranya termasuk flora
langka dan dilindungi undang-undang, seperti Raflesia (Rafflesia
rochusennii), Kantong semar (Nephenthes gymnamphora), Pinang
hijau (Pinanga javana), Kiara urat kuning (Macodes petola), Saray
(Caryota no), Perut cantigi (Balanophora elangate), Perut puspa (B.
fungosa), Perut konyal (B. globosa), dan Anggrek koribas (Corybas
carinatus).
Di kawasan ini juga tumbuh tidak kurang 40 jenis flora endemik,
diantaranya Tepus sigung (Amomum pseudofoetens), Anggrek
koribas (Corybas carinatus), Anggrek tanah (Bulbophyllum inaequae),
Rumput gunung (Isachne pangerangensis), Areuy camonje (Ficus
disticha), Lumut merah (Spagnum gedeanum),dan lain-lain.
Dari sekitar 1.000 jenis fauna yang ditemukan di kawasan TNGGP,
110 jenis diantaranya termasuk kelas binatang menyusui (mamalia),
lebih dari 300 jenis serangga (insecta), 250 jenis burung (aves), 75
jenis binatang melata (reftilia), 25 jenis amfibia, serta berbagai jenis
ikan, moluska, dan mikroorganisme.
Lebih dari 50 jenis termasuk satwa langka dan dilindungi undang-
undang, diantaranya, Owa jawa (Hylobathes Moloch), Surili
(Presbythis comata), Lutung (Trachyphitecus auratus), Macan tutul
(Panthera pardus), Kijang (Muntiacus muntjak), Kancil (Tragulus
javanicus), Trenggiling (Manis javanicus), Landak (Hystrix brachiura),

